Play and the Fertile Imagination (Bahasa Indonesia: “Bermain, Pupuknya Imajinasi” scroll ya…semoga inspiratif!)

by @LilyDawis, Jakarta, Indonesia

I was in Singapore sans kids earlier this week. Blessed with one of the breeziest cool days in Singapore ever, one day I decided to wander round, away from Orchard Rd, Marina Bay Sands and Sentosa Island (ie. the most famous high-end shopping stretch in Asia plus the shopping-gambling-touristy meccas).

Upon recommendations from my friends, I tried Izy, a new Izakaya style restaurant on 27 Club Street.

@IZY

Lime infused chawan mushi
with freshly grated wasabi and salmon eggs

Afterwards, to work off the calories from the gorgeous great value meal, I continued wandering through the nearby Chinatown which were dressed up with flying horses to welcome the lunar (Chinese New) year of the horse.

 

IMG-20140127-02774

Singapore’s Chinatown All dressed up for the Year of the Horse

Then, for old time’s sake, I went through China Square and Far East Square where a good decade ago, I dined often with a daily throng of executives when I was working at the nearby Fook Hai building.

It was on a rather deserted corner of Far East Square that I got riveted by these statues.

 

I snapped a picture of them, not knowing at the time WHY it was so riveting.

It was only that evening it dawned on me, if I were to stumble upon the statues with my kids, they would ask me, “Mommy, what are they doing?”

They would not know that the kids were trying to balance badminton shuttlecocks on the tip of their toes, making sure the featherweight item would not drop to the grounds. The kids are trying different styles to balance.  Creativity. Balancing. Coordination. Competition. Communication. All learned through one simple game.

Understandably, without memory nor context, my own kids would not know instinctively that in their mother’s childhood she played many more traditional – outdoor games, just like the statues, as well as super fun rubber hops and many other games. Collectively, the games probably had done more wonders in helping me gain worldly perspectives versus any gadgets could.

In this day and age where everybody’s busy, weathers trickier, outdoor spaces common rarities and weird people abound, most city children are used to being “sheltered” within structures (homes, malls, etc.) and some are often glued to small screens of many many “cool” gadgets.  My kids are also admittedly semi-confined, although am thankful we still do away with most gadgets and they are able to play outdoors with us at least weekly.

 

These statues managed to prod important reminders for me that play = fertile imagination and outdoor group play = fertile imagination + foundations to learning how to deal & communicate with one another.
Since is almost another New Year… I think I will add one more resolution for 2014…

 

Introduce kids to more fun, traditional games, outdoor, more often.

 

Happy bonding!😉

 

**The author is a working mother who has 3 kids below 8.  She also composes songs and writes children stories. Her first album; Bubbles of Love (www.bubblesoflove.net) is the first and (4 years later) still the only album from Indonesia, by Indonesians, successfully registered in the United States Copyright Office. If you like what you read, please subscribe and feel free to share. Thank you for visiting and reading!**

 

==================================================================================================================================================

 

Bermain, Pupuknya Imajinasi

 

ditulis oleh @LilyDawis di Jakarta, Indonesia

 

Saya berada di Singapura awal minggu ini, kebetulan tanpa anak-anak. Udara sangat sejuk dan menyenangkan, tidak hujan dan tidak panas menyengat, sehingga di suatu hari, saya memutuskan ingin bereksplorasi ke beberapa tempat yang tidak umum, jauh dari Orchard, Marina Bay Sands maupun Sentosa Islands (tempat-tempat yang sangat terkenal seantero Asia untuk berbelanja, jalan-jalan maupun beradu nasib).

 

 

Saya mencoba suatu rumah makan baru nan unik: Izy di 27 Club Street.

 

@IZY

@IZY
Chawan Mushi dengan jeruk nipis,
wasabi segar dan telur salmon

 

Makanannya seru-seru, servis juga hangat dan efisien, pramusaji-nya sempat kaget namun sangat senang karena ada orang Indonesia yang menyempatkan diri mencoba makanan di sana walaupun hanya di Singapura selama 3 hari.

 

Lalu, supaya makanannya turun sedikit, saya mulai berjalan-jalan dan menemukan diri berada di sekitar Chinatown. Daerah itu berdandan dengan meriah, banyak kuda-kuda terbang di pusat kota, menyambut Tahun Kuda.

 

Chinatown di Singapura
Area itu berdandan cantik
menyambut Tahun Kuda

 

Senang melihat suasana baru tersebut, saya lalu berjalan lagi, sedikit bernostalgia menuju China Square dan Far East Square. Sekitar 1 dekade sebelumnya, saya sering sekali makan siang di kompleks-kompleks hasil konservasi dan revitalisasi daerah tersebut karena sempat ngantor di Fook Hai Building.

 

 

Di suatu sudut yang agak sepi di Far East Square saya lalu tertarik ketika melihat instalasi ini:

 

Patung anak-anak
bermain…

Segera saya abadikan, tanpa mengerti mengapa hati saya tergugah sekali dengan ke-tiga patung anak tersebut.  Ketika sudah agak malam, barulah saya sadar mengapa mereka sangat menarik. Andaikan saya berjalan-jalan di sana bersama anak-anak, sedianya mereka akan bertanya “Mama, mereka lagi ngapain sih? Main ya? Main apa?”

 

 

Mereka tidak akan langsung menyadari bahwa ke-tiga anak-anak tersebut sedang bermain kok badminton, yang sangat ringan karena terbuat dari bulu angsa.  Masing-masing mencoba gaya yang berbeda dengan tingkat kesulitan yang berbeda pula untuk menyeimbangkan kok tersebut sehingga tidak jatuh ke lantai. Kreativitas. Keseimbangan. Koordinasi. Kompetisi. Komunikasi. Semuanya dipelajari melalui satu permainan sederhana.

 

 

Tentunya karena permainan seperti ini sudah langka di jaman penuh gadget, anak-anak saya tidak akan langsung mengetahui bahwa Ibu-nya dulu pernah bermain permainan tersebut dan masih banyak permainan lainnya yang juga seru-seru seperti lompat karet dan lain sebagainya. Sekarang saya menyadari bahwa mungkin saja ketimbang segala gadget nan canggih, segala jenis permainan tersebutlah yang sangat membantu dalam membentuk pemikiran dan persepsi saya akan dunia.

 

 

Di saat seperti sekarang ini di mana semua sibuk, cuaca sering tidak menentu, area permainan luar ruang sangat langka dan banyak perilaku nyeleneh di ruang publik, anak-anak kota seringkali “terlindungi” di dalam ruangan (rumah, mal, dll). Jika berjalan-jalanpun, sudah pemandangan umum melihat anak-anak tersebut apatis dan hanya fokus ke layar-layar nan kecil pada gadgetnya masing-masing. Anak-anak saya sendiri, dapat saya akui, termasuk semi-sedenter, namun cukup beruntunglah kami karena mereka masih cukup gadget-free dan dapat beraktivitas luar ruang setidak-tidaknya seminggu sekali bersama seluruh anggota keluarga.

 

 

Patung-patung tersebut ternyata berhasil membuat saya ber-introspeksi bahwa bermain = pupuknya imajinasi, dan bermain berkelompok = pupuknya imajinasi +dasar ber-empati demi menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik.

 

 

Nah, sedianya kita sedang bersiap merayakan Tahun Baru Imlek, mungkin ada baiknya saya tambahkan satu resolusi lagi untuk tahun 2014:

 

 

Bermain dengan anak-anak lebih sering lagi, memperkenalkan mereka ke berbagai permainan tradisional, di luar ruang!

 

 

Happy bonding!😉

 

 

**Penulis adalah Ibu bekerja yang memiliki 3 orang anak di bawah 8 tahun. Ia juga seorang komponis dan penulis cerita anak-anak/keluarga. Album pertamanya: Bubbles of Love (www.bubblesoflove.net) adalah album pertama dan (4 tahun kemudian) masih satu-satunya dari dan oleh Indonesia yang berhasil terdaftar di lembaga HAKI Amerika Serikat, United States Copyright Office! Jika Anda menyukai tulisan ini, silahkan follow blog ini dan bantu sebarkan ya. Terimakasih banyak telah menyempatkan diri untuk browse blog ini dan membaca!!**

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s