Play Based Learning in 10 easy steps (1 of 2 articles) / Belajar Sambil Bermain dalam 10 langkah (1 dari 2 artikel)-> scroll below

 

       Informed parents and teachers must have heard the call for play based learning for early age kids. Nevertheless, many don’t exactly know how to harness maximum benefits from such neither how to do so effectively.

       Is it wrong to want to impart some information while you play with them? The way I see it, it certainly wouldn’t hurt as long as we maintain an easy going attitude about it and not expect too much out of a single session. Staying sincere, curious, open-minded and consistent would help. I have experienced first-hand that play-to-learn is not only an option but actually highly effective for kids and highly enjoyable.

      So, now the question is: HOW to have kids learning away, by playing? Read on and hope you’ll find the answers and be inspired to practice some of the tips in your homes/classes.

      On 2 March 2014, Bubbles of Love put Play Based Learning into action at #JendelaDunia, a non-profit center providing quality informal education to underprivileged kids in Marunda, Tanjung Priok, Indonesia. 50 kids around 5-6 years who speak little to no English and 2 tutors were on hand as we engaged in 30 minutes of jam-packed learning which felt a LOT more like playing.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

The kids were absorbing & understanding the words “we” “are” “going” “up” “the” “stairs” by engaging actively through music*stories*movements set to the #UpTheStairs song

      We are very honored that the daughters in law of Indonesia’s president, Annisa Pohan Yudhoyono and Aliya Rajasa Yudhoyono and their colleagues in Yayasan Tunggadewi decided to include Bubbles of Love in future lesson plans for #JendelaDunia due to our shared vision that learning through playing is key to driving points home for early age children.

   Our learning targets for the session was to:

  1. Introduce to kids speaking only Bahasa Indonesia, some basic English: the words and meaning of “morning” “love” “dear” “we” “I” “up” “down” “stairs” and “hooray.”
  2. Introduce some concentration exercises.
  3. Impart some important hygiene and survival skills (very important in flood laden city such as Jakarta).
  4. Encourage them to learn and work in groups.

marunda

       At the end of the session, the kids were all smiles. We managed to achieve all learning targets! It is very rewarding to experience first hand the kids’ massive shift of moods (from sullen at start of session to very happy) as they beamed with pride as they showed true understanding of all learning targets.  Wanna learn how we did it? Come back to our blog next week/subscribe to our blog so you’ll learn how!😉

**The author is a mother of 3 kids below 8. She works, composes songs and write children stories. Her first album; Bubbles of Love (www.bubblesoflove.net) is the first and (4 years later) still the only album from Indonesia, by Indonesians, successfully registered in the United States Copyright Office. If you like what you read, please subscribe and feel free to share. Thank you for visiting and reading!*

_________________________________________________________________________________________________

“Belajar Sambil Bermain (Play Based Learning) dalam 10 langkah” (1 dari 2 artikel)

      Orangtua modern dan para pengajar pastinya telah mendengar berbagai himbauan bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) baiknya dilakukan dengan sistem belajar sambil bermain. Namun, saya mengenal banyak orangtua dan juga pengajar yang sebenarnya bingung bagaimana mengaplikasikan belajar sambil bermain secara maksimal, bahkan beberapa sama sekali tidak tahu bagaimana caranya.

      Apakah salah bagi kita orangtua jika mencoba menyelipkan berbagai materi sambil bermain dengan anak-anak? Dari sudut pandang saya pribadi, seharusnya tidak ada salahnya, asalkan kita tidak ngoyo maupun memaksakannya. Asalkan tulus, dua-arah (kita juga bisa banyak belajar lho dari anak-anak kita), tidak mudah terpancing emosi (sulit lho ini :)), konsisten dan terbuka, saya yakin bahwa belajar sambil bermain itu bukan hanya sekedar opsi melainkan sangat efektif untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak.

      Nah, sekarang pertanyaannya: Bagaimana cara mengajak anak belajar dengan produktif, dengan bermain?

      Baca terus, semoga Anda menemukan jawabannya dan lalu ter-inspirasi untuk mempraktikkan beberapa tips berdasarkan 1 case study berikut ini di rumah maupun kelas.

      Pada 2 Maret 2014 yang lalu, kami mempraktekkan Belajar sambil Bermain di #JendelaDunia, suatu sentra non-profit yang didedikasikan untuk pelajaran informal bagi anak-anak jalanan di Marunda, Tanjung Priok, Indonesia. Dalam 30 menit, kami mengajak 2 tutor dan anak-anak berumur 5-6 tahun ke sesi yang penuh dengan pembelajaran namun terasa oleh peserta jauuuh lebih mirip bermain.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Anak-anak mempelajari arti dan kata2 “We” “are” “going” “up” “the” “stairs” sambil bermusik+bercerita+bergerak diiringi lagu #UpTheStairs

      Annisa Pohan Yudhoyono dan Aliya Rajasa Yudhoyono serta kolega mereka di Yayasan Tunggadewi mengundang Bubbles of Love serta memasukkan Bubbles of Love dalam lesson plans #JendelaDunia karena kesamaan visi bahwa belajar melalui bermain adalah kunci pembelajaran bagi anak-anak usia dini.

Target pembelajaran untuk sesi tersebut adalah untuk:

  1. Memperkenalkan anak-anak yang belum pernah belajar bahasa lain selain Bahasa Indonesia, kata-kata dasar dalam Bahasa Inggris. Kata-kata dan juga arti dari “morning” “love” “dear” “We” “I” “up” “down” dan “hooray.”
  2. Memperkenalkan latihan konsentrasi.
  3. Membagi beberapa pesan kebersihan dan kesehatan (yang sangat penting di kota rawan banjir seperti Jakarta)
  4. Mengajak mereka untuk belajar bekerja dalam kelompok.

Hasilnya

marunda

Di akhir 30 menit, anak-anak dengan ceria kami tanyakan lagi dan telah mengerti betul semua target pembelajaran!🙂 Hore!

      Terlihat cukup banyak target pembelajarannya tapi sungguh menyenangkan karena kami berhasil!🙂 Sangat luar biasa karena kami juga melihat betapa beberapa anak yang tadinya muram ketika baru datang ke kelas, setelah sesi Bubbles of Love lalu terus menerus tersenyum.  Kami sangat tersentuh karena menyaksikan bukti hidup bahwa program ini membuat anak-anak belajar sungguh banyak tanpa tekanan dan dapat mengubah mood anak menjadi sangat positif.

      Stay tuned, follow blog ini karena minggu depan, kami akan mem-posting bahasan hasil yang berhasil kami capai secara lebih mendetil dilengkapi cara kami meraih hasil tersebut.

      Happy bonding and hope to see you next week!🙂

**Penulis adalah Ibu dari 3 orang anak di bawah 8 tahun. Ia adalah seorang Ibu yang bekerja dan juga komponis dan penulis cerita anak-anak/keluarga. Album pertamanya: Bubbles of Love (www.bubblesoflove.net) adalah album pertama dan satu-satunya dari dan oleh Indonesia yang berhasil terdaftar di lembaga HAKI Amerika Serikat, United States Copyright Office. Jika Anda menyukai tulisan ini, silahkan follow blog ini dan bantu sebarkan ya. Terimakasih banyak telah menyempatkan diri untuk membaca!! **

 

 

 

One thought on “Play Based Learning in 10 easy steps (1 of 2 articles) / Belajar Sambil Bermain dalam 10 langkah (1 dari 2 artikel)-> scroll below

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s